Apa Kata MUI Saat Libur Tahun Baru Islam dan Pemindahan Maulid Nabi?
SANTRI SEMESTA-Anwar Abbas, Wakil Ketua Majelis Ulima
Indonesia (MUI), tidak menentang pergantian tahun baru Islam dan hari raya
Maulid Nabi. Ia meyakini, perubahan ini tidak mempengaruhi waktu perayaan,
melainkan saat hari raya.
"Bukan tanggal hari keagamaan, tapi tanggal atau waktu
istirahat dari Selasa hingga Rabu. Tujuannya untuk menghindari libur panjang,
karena Senin adalah hari yang menegangkan," kata Anwar, Jumat (18/6/2021).
).
Ketika datang ke Idul Fitri, situasinya berbeda. Ia meyakini
waktu Idul Fitri tidak bisa diubah karena menyangkut waktu ibadah bagi umat
Islam.
“Untuk Idul Fitri, tanggalnya jelas tidak bisa diubah karena
menyangkut ibadah atau upacara keagamaan, dan waktu dan tanggalnya ditentukan
oleh Islam sendiri,” jelasnya.
Dia menilai, perubahan waktu libur merupakan kewenangan
pemerintah. Pemerintah akan mempertimbangkan banyak hal terkait libur, termasuk
lonjakan Covid-19.
“Kalau soal hari raya keagamaan, kekuasaan pemerintah
terletak pada waktu mana yang lebih baik dan mana yang lebih menguntungkan,”
pungkasnya.
Pemerintah mengubah waktu libur Tahun Baru Islam dan
mengubah maulid Nabi pada tahun ini. Libur Tahun Baru Islam 1443 H pada Selasa
10 Agustus 2021 diubah menjadi Rabu, 11 Agustus 2021. Hari Raya Nabi Muhammad
SAW pada tanggal 19 Oktober jatuh pada hari Rabu, 20 Oktober 2021.

0 Comments: