Rabu, 03 Oktober 2018

1 MUHARROM DI PONDOK PESANTREN DARUL ULUM KEC.OMBEN KAB.SAMPANG



Gersempal, (al- Madad): Satu Muharrom merupakan awal tahun Hijriyah (Tahun Baru Umat Islam) yang terhitung dari hijrahnya Nabi Muhammad Saw  dari Mekah ke Madinah  dan  termasuk salah satu PHBI (Peringatan Hari Besar Islam) yang dalam hal ini sebagian umat islam di seluruh penjuru dunia berlomba-lomba dalam memeriahkannya, salah satunya Pondok Pesantran Darul Ulum Gersempal Omben Sampang..
Ponpes Darul Ulum turut memeriahkan perayaan tahun baru islam tersebut yang dikemas dengan konsep Muballighin dan dimeriahkan oleh tim hadrah Anwaru al-Syubban. acara tersubut sebenarnya mempunyai cerita unik didalamnya, karena dalam acara tersebut dari pihak panitia sendiri mengadakan acara tanpa persiapan yang matang, bagaimana tidak panitia baru mempersiapkan semuanya 1 hari sebelum acara tersebut dilaksanakan.
            “ sebenarnya persiapannya tidak ada sama sekali, namun dihari senin sebelumnya Ust. Syafi’uddin selaku seksi pendidikan menanyakan selasa besok tahun Baru Islam Bagaimana mau Diadakan apa tidak ? Acara ini harus tetap berjalan.” Ujar Ust. Syamsuri salah satu seksi ‘Ubudiyah. Selasa 11/09/2018.
“Adanya acara tersebut hanyalah berangkat dari rasa semangat yang besar bahwa syiar Islam tetap harus ditegakkan meskipun kita dalam keadaan kurang persiapan.” Imbuhnya
            Dalam acara ini saya harus  membuat konsep sendiri karena para asatidz juga mempunyai kesibukan masing-masing, lalu meminta dukungan kepada R. Imam Nawawi dan Ust. Syafi’uddin setelah itu baru saya meminta dana untuk membuat Banner, meskipun saya mempuanyai perasaan takut akan Banner tersebut tidak jadi,” Imbuhnya lagi
            Adanya acara yang  sebenarnya minim persiapan dalam segala hal tersebut,  tetapi dalam hal ini tidak kami hiraukan sama sekali karena acara ini merupakan salah satu syiar Islam, maka meskipun dengan persiapan seadanya namun dengan semangat yang tinggi, Alhamdulillah acara tersebut berjalan dengan sangat meriah dan tidak ada gangguan sama sekali bahkan acara tersebut berjalan dengan lancar-lancar saja. Bahkan, dalam acara tersebut sama halnya dengan acara yang telah dikonsep sejak lama.
Dalam acara yang diadakan oleh seksi ‘Ubudiyah tersebut, sebenarnya ada benang merah yang menghubungkan antara  ‘Ubudiyah dan Pendidikan dalam hal pembinaan karakter, yaitu dapat memberikan pembelajaran kepada Santri untuk mengingat serta meneladani kisah hijrah Rasulullah dan tidak mengikuti kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh orang –orang kafir yang mengisi moment tahun barunya dengan hal yang tidak ada faedahnya, walaupun ada juga sebagian orang-orang islam yang ikut-ikutan terhadap budaya orang kafir tersebut.  Dan sekaligus mendidik para santri bahwasannya seorang Santri harus siap tampil di depan khalayak ramai, walaupun tanpa persiapan yang matang. Dan  disana juga mendididik para Santri agar dirinya bisa menjadi santri yang multi Talenta.
Santri yang berjumlah ratusan tersebut sangat antusias sekali dengan adanya acara ini karena adanya acara ini sebenarnya bertujuan untuk mengingatkan kita kepada Rosulullah pada saat Hijrah dari Mekah ke Madinah karena Hijrah tersebut tidak boleh dilupakan, serta mendidik para santri agar tidak Latah terhadap budaya-budaya barat. Seperti penuturan Rabiatul Anam, salah satu santri Ponpes Darul Ulum  “Sebenarnya acara tersebut sangatlah baik bagi santri, karena disamping dapat mengisi kekosongan waktu yang diliburkan oleh pondok sekaligus memberi wawasan kepada para santri, terlebih santri yang masih baru mengenai kisah hijrahnya Rasulullah, serta menanamkan keyakinan bahwa mengisi tahun baru tidak harus dengan acara yang gegap gempita, namun bisa juga memeriahkannya dengan acara yang sederhana”. Ujar Robiatul Anam, salah satu Santri di Pondok Pesantren Darul Ulum.
Acara ini  Insya Allah  akan terus dikembangkan dan dilestarikan dalam artian akan lebih baik dari yang sekarang  “ acara ini Insyaallah tidak akan diadakan di Masjid saja, bahkan acara ini akan  di tempatkan di depan madrasah atau di lapangan, dan apabila acara ini diadakan dilapangan, mungkin akan ada sumbangan tersendiri untuk membeli air atau kebutuhan yang lain, namun hal ini masih merupakan agenda.” Tutur  Ust. Syamsuri.
Acara peringatan Tahun Baru Hijriyah ini bisa berjalan dengan meriah, lancar, dan maksimal berkat semangat yang besar dan pengorbanan dari tim panitia dan keacaraan. (Rep)

Previous Post
Next Post

0 Comments: